Bubar dari cangkrep jam 1. Bubar karena seorang teman sudah ditelepon istrinya (untuk kedua kalinya), minta dibawakan obat batuk dan kawatir anak keduanya yang baru disapih dari asi eklusif terbangun dan bikin huru-hara menggagalkan penyapihan.
Saya bersyukur saja karena masih dalam program meredakan infeksi dari pangkal jempol kaki. Saya terbantu oleh suami setia ini. (Mohon dicatat bersetia pada pasangan itu bukan hanya kebaikan bagi keduanya namun juga membuat teman menjadi baik ... Ha ha ... Ribet punya teman yang suka ngibuli istrinya).
Sampai rumah, parkir motor, buka pintu, masuk rumah, ganti baju, ambil sikat gigi colekan pasta gigi 1 cm, buka pintu belakang, masuk kamar mandi tanpa mengunci pintu. Gosok gigi, cuci muka, berhanduk, masuk rumah, ambil gelas tuang segelas air putih dan teguk habis.
Masuk kamar, rebahkan badan, tarik sarung sampai atas telapak kaki, tidur ...
Dan jam 06.15 tak berhasil tidur. Beranjak dari kasur trus jalan-jalan di belakang rumah. Bingung. Panaskan air lalu buat secangkir kopi. Menyruput kopi sambil mengisap rokok (maaf gambar saya blur kan dari bayangan anda).
Enak sekali, mungkin orang bisa membayangkan begitu, bagiku enaknya di mana sedang kucari-cari. Tidak bisa tidur, minum kopi pahit kental dan mengisap rokok kretek lebih mirip rangkaian kegiatan orang goblok. Jelas !!!
8
Om tenggok pekerjaan mas agus nggak?
Ya, sebentar aku habiskan kopi (maksudnya meneruskan kegiatan orang goblok tadi). Tak apa dia tidak tahu apa yang terjadi, jawabanku sudah membuatnya girang. Punya tiket bebas keluar kantor. Walau dia juga tidak tahu juga karena saya punya janji datang di satu desa yang dilewati perbaikan jalan yang dikerjakan temanku. Jadi impas.
Sampai di desa mas agus langsung mengajak ke rumah pak lurah.
Begitu melihat pak lurah langsung ingatanku muntah dari dalam otak. Pernah bertemu sekali dan mengesan karena pertemuan 30 menit pertama yang beliau sampaikan tak jauh dari bagaimana mendapatkan bantuan.
Saya lurah baru mas, bagaimana saya harus 'ngopeni' pendukung saya kalau tidak mencari kegiatan di kabupaten. Ya kalau saya keluarkan harta saya ya bisa bangkrut mas, begitu alasan. Ok rasional (dalam budaya pemilihan yang menjadikan demokrasi sebagai panggungnya orang-orang dungu dan politik adalah sumber penghasilan orang-orang serakah).
Pak Lurah, sambil jabat tangan, rumah pak marino di mana?
Maniso, Mas ... Petani organik to?
Ya pak ..
Ya Maniso, Marino ki preman, malah repot nanti. Sudah bapak tunggu di sini saja, ngopi-ngopi dulu nanti tak jemput dia di rumahnya.
Yach jadi nggak enak pak ...
Sudah tidak apa-apa, saya senang jenengan sampai sini kok ...
Modus, bathinku ....
Ngopi lagi .... Kopi dari jambi, terbayang hitam pekatnya. Ok lah ngopi tetap menarik, tambah tidak tidur 24 jam jelas bukan campuran menarik. Jelas !!!
Jam 10.05
Lha ini pak maniso mas, sudah datang kata pak lurah
Lho pak bejo to
Nggih pak
Pak Lurah, boleh saya ajak mas bejo ke rumah saya
Ya boleh, jawab pak lurah singkat ...
Ajak saya ke lahan jenengan dulu sahutku
Di lahan pak maniso menceritakan bahwa dia sudah mulai mengurangi penggunaan pupuk kimia sintetik sejak tahun 2008.
Sudah 4 musim tanam ini saya hanya menggunakan kompos dan semprotan alami mas ...
Saat tanam kedelai bagaimana, tanyaku
Ya pakai kompos dan urine kelinci mas ...
Luas lahan ini berapa pak
140 ubin mas
Batas sebelah timurnya mana?
Pak maniso berjalan ke arah timur dan kuikuti ...
Ini mas
Ia tunjuk pematang kecil sambil memandang wajahku dan aku coba tak mengeryitkan jidatku.
Kurang tinggi ya mas
Ya
Musim depan saya buat kolam penyaringan air di sisi sini mas, katanya seolah sudah tahu arah pembicaraanku ... Dan tak ada yang kutanyakan lagi, karena pak maniso sudah paham pertanian organik dan sudah mengatur rencana untuk menjamin tata kelola pertanian organik di lahannya.
Sudah jam 11 lebih, jenengan jumatan to ...
Masih nanti, mampir ke rumah dulu mas sebentar ..
Sampai di rumah pak maniso bercerita mengapa dia tetap meneruskan budidaya organik walau teman-teman di desanya belum mengikuti. Ia mau mencukupi kebutuhan pangan sehat untuk anak-anaknya, dan anak-anaknyapun terlanjur maunya nasi organik. Sanak familinyapun sekarang mau diberi oleh-oleh beras saat mereka tahu pak maniso mengusahakannya dengan cara organik.
Hampir jam 12 saya ingatkan lagi pak maniso soal jumatan.
Ya mari saya antar ke rumah pak lurah sambil mengambil motor ...
Makan dulu pak, yang lain sudah, kata pak lurah
Pak maniso mengiringiku dan pak lurah ikut duduk di meja makan menemani.
Sambil makan saya sampaikan hasil pembicarasn dan rencana dengan pak maniso,
Ya saya titip sama pak lurah untuk mengawasi pak maniso jika dia menggunakan bahan-bahan kimia sintetik di lahannya ...
Ya pak, tapi saya yakin dia tidak akan melakukan lah, kata pak lurah
Saya sih tak yakin, kataku, dan kedua orang itu saling memandang tak percaya dengan apa yang kuucapkan ...
Ya bagaimana mau yakin, sudah saya peringatkan soal jumatan masih belum pergi tu, kataku dilatarbelakangi suara kotbah di masjid.
O begitu to , kata pak lurah dan pak maniso segera menghabiskan makannya kemudian pamit kuiringi senyum saja ...
Lho pak lurah tidak berangkat? Kataku serampangan sambil meneruskan makan, nasi sop bening ditemani sambal tomat dan peyek gereh.
Sialan ni pak lurah, tak menjawab pertanyaanku malah garuk-garuk kepala sambil senyum-senyum ....