Setiap kali ada kesempatan menunjukkan potensi produktivitas sebutir padi, selalu ditanyakan 'benihnya apa?' kadang dengan pilihan kata yang lebih terkesan intelek 'varietasnya apa'.
Mungkin pencitraan pertanian modern dengan pupuk berenergi tinggi dan benih unggul benar-benar telah merasuki bahkan menguasai pikiran kita. Setiap ada tanaman yang mempunyai produktifitas tinggi dianggap hasil karya pertanian modern.
Akibatnya kita lupa bahwa setiap kehidupan di bumi pada dasarnya adalah otonom. Dia bisa tumbuh dan berkembang pesat saat menemukan situasi dan kondisi yang tepat.
Demikianpun dengan padi. Satu benih padi bisa tumbuh dan berkembang menghasilkan anakan produktif sampai puluhan (rumpun dalam gambar ada 92 anakan produktif). Bila ia mendapat tempat hidup yang sesuai.
Kesesuaian inilah yang senantiasa menjadi bahan pembelajaran kita. Kita perlu mengasah budi dan akal kita dalam hubungan hayati dengan tanaman. Sambil terus mengembangkan sikap asih atas tanah dan air, agar kebutuhan insani kita tercukupi dengan budidaya selaras alam.
Jadi bukan benihnya apa, namun dalam situasi dan kondisi bagaimana setiap benih dapat tumbuh dan berkembang optimal yang mestinya selalu menjadi pertanyaan kita.
Rabu, 17 Juni 2015
Benihnya Apa?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar